Monday, 8 February 2010

K.H. Bustani Qadri


K.H. Bustani Qadri

Nama K.H. Bustani
Qadri
memang
sangat mashur bagi
masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir, sebagaimana Ulama yang menjadi suri tauladan bagi umat. Walaupun dia telah tiada, nama besarnya tetap terkenang bagi masyarakat Inhil.

K.H. Bustani Qadri, terlahir di Sapat Kecamatan Kuala Indragiri Tahun 1921. Sewaktu berumur 5 Tahun di bawa oleh orang tuanya ke tanah suci Mekah, hampir 13 Tahun Beliau mendalami Ilmu Agama di Mekah, Tahun 1941 pulang ke Sapat. Tahun 1943, di Sapat Beliau menikahi Fatimah. Dari pernikahannya dengan Hj. Fatimah, beliau dikaruniai 6 orang anak yaitu : 1.Faridah, 2.Anwar, 3.Hj.Azizah, 4.Ferial Antoni, 5.Nurlaili, 6.Ahmad Riva'at serta dikaruniai 13 orang cucu.

Diantara cucu Beliau yang menjadi ulama di Inhil yaitu Ustad H. Ahmad Rivani dan Ustad H. Ahmad Khusairi.
K.H. Bustani Qadri, dalam pengabdiannya di Indragiri Hilir telah banyak melahirkan Qari dan Qariah yang berlevel Nasional dan Internasional di antara binaan Beliau dalam pengajaran seni baca Al-Qur'an, H.M. Rusli Zainal (Gubernur Riau) yang pernah meraih Juara I Tingkat anak-anak MTQ Nasional dan Hj. Nuraini yang pernah meraih Juara Tingkat Asean di Malaysia.
Semasa hidupnya, Beliau juga aktif di organisasi Nahdatul Ulama, MUI dan LPTQ dan pernah juga menjadi Ketua Yayasan MDA, TPA, TPQ An-Nur Tembilahan, yang sekarang bernama Yayasan Nur Al-Hadar. Beliau juga disibukkan dengan kegiatan sebagai juri/Dewan Hakim pada MTQ baik di Tingkat Kabupaten maupun Propinsi.
Menjelang akhir hayatnya, Beliau dikenal sehari-hari sebagai Imam Besar Mesjid Al-Huda Tembilahan, kemerduan suara dan lafaz tajuidnya membacakan ayat suci Al-Qur'an di usia yang sudah lanjut, ini merupakan suatu rahmat Allah SWT kepada nya.
Sebelum berpulang ke Rahmatullah, Beliau sempat beberapa kali dirawat di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru, pada hari Jum'at 8 Agustus 2003 dalam perjalanan pulang dari Pekanbaru menuju Tembilahan akibat penyakit yang di deritanya sudah sangat sulit untuk sembuh, di Sorek Kabupaten Pelalawan Beliau meninggalkan kita semua untuk selama-lamanya. "Selamat jalan Kiai, semoga curahan baktimu bagi negeri ini, mendapat imbalan pahala di sisinya, amin."

No comments:

Post a Comment